Mengejar Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Diki Riswandi N. Saya alumni dari Universitas Brawijaya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Saya berjanji pada diri saya dan Allah bahwa ketika saya lolos seleksi Substansi LPDP, saya akan membuat tulisan ini. Tulisan ini berisi tentang sharing perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa yang sedang naik daun ini.

=============================================================================

Sebelumnya saya minta maaf kalau tulisan saya susah untuk dimengerti, jujur saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata apalagi mengarang bebas seperti ini J.

Saya ucapkan selamat datang di blog sederhana saya yang sudah lama tidak saya jamah. Saya percaya bahwa orang-orang yang membaca tulisan ini adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk maju dan berubah yang sangat tinggi. Saya ucapkan selamat berjuang buat kalian semua yang sekarang sedang merencanakan untuk apply atau mungkin sedang menunggu jadwal test LPDP.

Sebelum masuk ke sharing tentang pengalaman saya, saya akan sedikit membahasa tentang apa itu LPDP. LPDP adalah sebuah lembaga yang mengelola dana pemerintah untuk disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada generasi muda bangsa Indonesia untuk dipersiapkan menjadi generasi emas pada tahun 2045. Kenapa 2045? Karena pada tahun itu Indonesia akan merayakan HUT nya yang ke 100 tahun. Untuk mengetahui lebih detail mengenai LPDP bisa langsung aja mengunjungi laman resminya yah di www.lpdp.kemenkeu.go.id atau www.lpdp.depkeu.go.id disitu sudah terpampang nyata dengan jelas kok tentang informasi apa aja yang dibutuhkan tentang beasiswa ini. Dalam proses penyeleksiannya, ada tiga tahap secara garis besar yang akan di hadapi oleh para calon awardee (Sebutan untuk para penerima beasiswa LPDP) yaitu tahap seleksi administrasi, seleksi Substansi, dan PK (Persiapan Keberangkatan). Oh iya, beasiswa LPDP itu banyak jenisnya yah, ada BPI Regular, Presidentil, Spesialis, Afirmasi, dan Desertasi (Untuk lebih jelasnya kembali saya sarankan masuk laman LPDP :D).Saya sendiri daftar jalur Afirmasi, jadi yang akan saya sharingkan disini akan lebih banyak tentang Afirmasi.

Baiklah, saya akan mulai sharing mengenai pengalaman saya di proses seleksi ini. Pertama adalah mengenai seleksi administrasi, tahapan ini adalah tahapan yang gampang-gampang susah menurut saya. Bisa dibilang gampang karena memang semua proses administrasi dilakukan secara online . Semua proses seleksi bisa kita lakukan dimanapun kita berada seperti di tempat kerja, kampus, rumah atau sebagainya (didramatisir dikit hehee). Susahnya adalah, ketika data yang kita butuhkan tidak bisa kita dapatkan dengan mudah atau dengan kata lain ribet dengan birokrasi, sebagai contoh yang paling susah saya dapatkan adalah pembuatan SKCK yang pada saat itu, sedang liburan lebaran jadi banyak kantor pemerintahan termasuk kepolisian yang masih cuti bersama dan sayapun harus bolak-balik ke POLRES dan POLSEK untuk beberapa hari. Selebihnya mengenai apa saja berkas yang harus dikumpulkan ketika seleksi administrasi bisa KLIK DISINI.

Nah, setelah proses seleksi administrasi selesai dan dinyatakan lolos, tunggu saja pengumuman untuk jadwal tes substansinya (atau yg dulu dikenal dengan tes wawancara). Nah, sekarang dinamakan seleksi substansi karena memang tesnya tidak hanya wawancara saja tetapi ada LGD (Leaderless Group Discussion) dan On the Spot Essay. Selebihnya mengenai apa saja Kegiatan pada proses seleksi Substansi, bisa KLIK DISINI.

Nah, setelah semua proses selesai, tinggal pulang dan menunggu pengumuman sesuai dengan tanggal yang diumumkan oleh LPDP. InsyaAllah tepat waktu kok, waktu angkatan saya LPDP mengumumkan nama-nama yang lolos tepat pada tanggal 10 September 2015 sesuai dengan yang diinformasikan LPDP.

Untuk kalian yang memang berminat dengan beasiswa ini, saya juga mempunyai tips untuk kalian versi saya, silahkan KLIK DISINI

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat. Selamat berjuang untuk kawan-kawan semua J Sampai ketemu di LPDP.

Advertisements

Konsep Dasar Penelitian: Kuliah Umum oleh Prof. Sugiyono, M.Pd

Howdy,

Bagi kalian para mahasiswa tingkat dewa alias mahasiswa akhir, mungkin gak asing dengan nama Prof. yang satu ini. Ya, namanya sering kali muncul di buku-buku yang menyelamatkan hidup kalian ketika mencari referensi mengenai metode-metode dalam penelitian. Di kampus saya terdahulu, Universitas Brawijaya Malang, bagian ini banyak saya temui di BAB III dan menjadi jantung penlitian skripsi saya. Nah, Kebetulan sekali ketika saya mendapatkan kuliah perdana di kampus saya yang baru ntuk S2, Universitas Sebelas Maret (UNS), tak disangka bisa bertatap langsung dengan Prof. yang telah meninspirasi saya ini. Berikut rangkuman kuliah perdana yang saya dapatkan dari Prof. Sugyono:

12688377_10207347406417716_620824703944558401_n

Picture by Aris Budi

Sukses menulis Thesis:

  1. Memahami bidang yang diteliti. Punya bank teori dan bank masalah.
  2. Memahami metode penelitian. Cara meniliti. Jalan untuk melakukan penelitian dalam menulis tesis.
  3. Hubungan baik dengan pembimbing. Belum boleh ngeyel. Ikuti dulu saran dan kritiknya.
  4. Memahami buku panduan penelitian.

Bedanya skripsi, tesis, dan disertasi. Harus tau bedanya. Jangan sampai menulis tesis rasa skripsi.

  1. Skripsi (melakukan penelitian) : Mengaplikasikan ilmu.
  2. Tesis (mengembangkan penelitian) : Selain mengaplikasikan ilmu, harus mengembangkan atau menyempurnakan ilmu tersebut.
  3. Disertasi (menciptakan penelitian) : Mampu menemukan atau menciptakan sesuatu yang baru. Inovatif, kreatif, dan teruji.

Fungsi penelitian.

  1. Need to Know : Untuk memahami. Kual Kuan Komb. Pengembangan teori.
  2. Need to Do : Untuk membantu pelaksanaan penelitian. Action Res, R & D, Operation Res.
  3. Need to Choose : Untuk memilih suatu program yang baik. Evaluation Res, Formative Eva, Summative Eva.

Perbedaan Kuantitatif dan Kualitatif (Borg and Gall)

Ada banyak sekali pendapat dari pada ahli mengenai perbedaan mendasar tentanng dua metode ini, salah satunya adalah Borg and Gall yang membedakan dua metode ini sebagai berikut:
Kuantitatif : Bersifat tradisional (sudah jadi tradisi). Metode tradisional karna biasanya untuk membuktikan hipotesis. Untuk S2 harus bisa membuat hipotesis karena pasti sudah faham dg teorinya. adapun konsep dasar dari metode ini adalah: Tradisional, Positivistik, Scientific, confirmatory (membuktikan teori), dan kuantitatif.
Kualitatif : Kualitatif adalah metode baru yang dalam pelaksanaanya bisa menggunakan teori atau bahkan bisa menggunakan perasaan. Adapun konsep dasar dari metode ini adalah: Metode baru, postpositivistic, discovery (menemukan hypothesis), interpretive (data yang diperoleh diberi interpretasi).

Metode Penelitian:

Kuantitatif Experiment Mencari pengaruh dari treatment/uji coba
Survei Untuk meneliti pada populasi yang luas
Kualitatif Ethnography Penelitian budaya, culture
Grounded Theory Menemukan teori secara induktif
Case Studies Meneliti sesuatu yang luar biasa terjadi e.g. kelas akselerasi
Phenomenological Untuk memperoleh informasi berdasarkan pengalaman hidup informan. Untk enelitian ini, judul biasanya diberikah setelah penelitian selesai
Narrative Research Autobiography
Mixed Method (Penggabungan dua method) Sequential (berututan) Explanatory:

1.       Kuantitatif

2.       Kualitatif

Exploratory

1.       Kualitatif (menemukan hypothesis)

2.       Kuantitatif (untuk menguji hypothesis)

Concurrent (dilihat dari porsi nya) 1.       Tringulalation (Bobot Kuan dan Kual sama)

2.       Embedded (Ada method pimer dan seconder diantara Kuan dan Kual)

Khusus untuk mixed method, berdasarkan penjelasan diatas, akan menghasilkan 16 method baru sebagai berikut:

  Concurrent (bersamaan) Sequential (Berurutan, waktu berbeda)
Equal (Tringulalation) [I]

qual + quan

[II]

qual à quan

quan à qual

Dominant Status (Embedded) [IV]

QUAL + quan

QUAN + qual

[III]

QUAL à quant

Qual à QUAN

QUAN à qual

Qual à QUAL

Note: QUAN/QUAL dengan tulisan capital semua, artinya data tersebut dominan/sebagai data primer (Sudah menjadi kesepakatan)

Metode R & D
– Membuat rancangan produk S1
– Menguji produk yang telah ada S1
– Mengembangkan produk yang telah ada S2
– Menciptakan produk baru S2

Produk yang dihasilkan bidang pendidikan :
Kebijakan
Sistem
Metode kerja
Kurikulum
Buku ajar
Media

4 model pengembangan
1. Richey and Klein (2009) RPPE (Research, Design, Product, Evaluation)
2. Thiagarajan (1974) 4D (Define, Design, Develop, Disemination)
3. Robert Maribe (2009) ADDIE (Analisis, Design, Develop, Implement, Evaluate)
4. Borg and Gall (2003) R & D (Researh and Development)

 

Langkah-langkah R&D

Langjah R&D

untuk lebih jelasnya silahkan lihat di PPTnya beliau saja yah 🙂

Level dalam penelitian R&D
[Level 4] Meneliti menghasilkan rancangan tapi tidak menguji
[Level 3] Tanpa meneliti hanya menguji produk yang ada
[Level 2] Meneliti dan mengembangkan produk yang ada
[Level 1] Meneliti dan menciptakan produk baru

Selai dapat ilmu, Prof. Sugiyono juga tidak pelit ilmu loh, beliau memberikan PPT presentasi beliau ke peserta. Karena berhubungan dengan copyright jadi, PPT ini hanya bisa diunduh oleh orang yang saya undang saja. Jika kalian dapat undangan dari saya, silahkan klik di sini untuk unduh berkasnya.

Rangkuman ini saya ambil juga blog temen saya yang kece, Bintang Listyawati, dan kalian juga bisa lihat postingan dia lain yang gak kalah kece di https://learneatwatch.wordpress.com

Simulasi Test TPA dan TOEFL untuk Masuk PNS, Pascasarjana atau Kerja

Hi there,

Untuk hari ini saya akan berbagi sebuah software khusus yang saya dapatkan setelah saya membeli buku mengenai test TPA (Test Potensi Akademik). Dalam simulasi test ini terdiri dari banyak jenis test yang sedikit bisa membantu kita untuk belajar apalagi bagi kamu yang belum pernah sama sekali menyenuh atau belajar TPA. Langsung saja, berikut contoh gambar software tersebut:

Nah, bagaimana? setelah lihat gambarnya, apakah tertarik? well, karena ini bersangkutan dengan copyright atau hak cipta, jadi saya tidak bisa menyebarkan ini dengan luas kepada umum, So bagi kamu yang udah dapat link undangan dari saya, langsung aja click di sini untuk mengunduh file nya.

Selamat belajar!!

Pengajuan Pindah Universitas dan Negara: Beasiswa LPDP RI

Hi, bagi kalian para awardee LPDP RI mungkin kalian adalah salah satu awardee yang mengalami nasib yang sama dengan saya. Entah dengan alasan apa, tapi kalian harus mengajukan perpindahan Universitas dan/atau negara tujuan kalian belajar. Nah, untuk tahun ini ketika blog ini saya tulis, perpindahan negara tujuan belajar dari Dalam Negeri (DN) ke Luar Negeri (LN) sudah tidak diperkenankan lagi. Untungnya, kasus saya adalah kasus kebalikannya dimana saya harus mengajukan surat perpindahan kampus dari LN ke DN. Berikut langkah gampangnya:

  1. Dapatkan LoA dari kampus tujan baru kalian.
  2. Ajukan surat permohonan pindah Universitas dan/atau negara ke email lpdp.dkp3@kemenku.go.id [untuk format surat bisa diunduh di sini]
  3. Setelah mendapatkan balasan dan surat pernyataan bahwa permohonan kalian diterima, berarti permohonan kalian sukses [contoh surat balasan dari LPDP bisa diunduh di sini]
  4. Setelah mendapatkan surat balasan dari LPDP dan LoA dari kampus tujuan baru, kalian baru bisa mengajukan kontrak ke email lpdp.dkp2@kemenkeu.goid [contoh surat pengajuan kontrak bisa diunduh di sini]
  5. Setelah diproses oleh LPDP, kita akan menerima kontrak bersamaan dengan no induk beasiswa dan sudah bisa akses simonev untuk mengajukan dana
  6. Kuliah di universitas baru, dimulai 🙂
  7. Selesai

NOTE: Selama menungg proses pengajuan perpindahan, kalian bisa mengajukan LoS utuk mendaftar kampus di dalam atau luar negeri agar lancar dalam mendapatkan LoA.

Sekian tulisan ini, semoga bermanfaat.

 

Dont hesitate to ask if you have any question, just write in this post comment.

Continue reading

LPDP: Seleksi Administrasi

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Diki Riswandi N. Saya alumni dari Universitas Brawijaya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Saya berjanji pada diri saya dan Allah bahwa ketika saya lolos seleksi Substansi LPDP, saya akan membuat tulisan ini. Tulisan ini akan berisi tentang sharing perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa yang sedang naik daun ini. Tulisan ini adalah bagian dari tiga tulisan saya tentang LPDP.

=============================================================================

Baiklah, langsung saja ke pokok pembahasan tentang seleksi administrasi untuk beasiswa LPDP. Mulai dari periode II tahun 2015 untuk Afirmasi, pendaftaran, pengumpulan berkas, dan pengumuman dilakukan secara online melalui akun dan email pendaftar. Dan diperiode ini juga mulai ada persyaratan tambahan yaitu diharuskannya memiliki surat keterangan berbadan sehat dari dr, bebas narkoba, dan bebas TBC bagi yang mau melanjutkan kuliah ke luar negeri. Nah, sebelum melihat apa saja persyaratannya alangkah baiknya kalau kalian sudah mempunyai akun beasiswa LPDP, untuk membuatnya silahkan klik disini. Nah, dalam pengisian akun ini, hati-hati yah. Pertama, isilah data sebenar-benarnya tanpa ada manipulasi, karena ingat kebohongan itu tidak akan bertahan lama kok J. Kedua, isilah semua data secara perlahan dan santai, setiap kali sudah mengisi data jangan lupa di save kalau belum selesai bisa dilanjutkan kemudian hari. Ingat, selama kalian belum mengklik Submit, kalian masih bisa mengedit datanya dan masih belum diassees sama pihak LPDP. Tapi, kalau udah submit, maka data apapun yang sudah dikumpulkan akan dianggap sebagai data resmi dan final kalian untuk melamar LPDP. Jadi, sekali lagi hati-hati dan santai yah dalam mengisi data-data di akun LPDPnya.

Baiklah, Berikut adalah berkas-berkas yang harus dipersiapkan dan dikumpulkan:

  1. Ijazah S1 (bagi yang belum wisuda, tapi sudah lulus bisa pake SKL yah, seperti saya J)
  2. Transkrip nilai
  3. Surat rekomendasi sesuai format LPDP
  4. Surat pernyataan
  5. Surat tugas/izin belajar (ini bagi yang sudah bekerja yah, kalau belum bekerja, yaudah dikosongkan aja, gak usah di upload apa-apa :D)
  6. KTP
  7. Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat (Nah ini khusus bagi pelamar afirmasi yang jalur Miskin Berprestasi yah, afirmasi itu juga ada banyak katagorinya yah, silahkan cek di sini.
  8. Slip gaji orang tua (ini kalau orang tuanya masih bekerja yah, kalau sudah tidak, ya bisa dikosongkan aja)
  9. Slip gaji pendaftar (Bagi yang sudah bekerja)
  10. Rekening listrik 3 bulan terakhir (Kalau saya kemarin, pake rekening listrik punya orang tua :D)
  11. Sertifikat-sertifikat lain (Sertifikat penghargaan atau organisasi yang bisa menambah nilai plus yah)
  12. LoA Unconditional/Conditional (ini juga bagi yang sudah punya LoA aja yah, kalau kamu belum punya, gak usah dipikirin, saya juga kemarin daftar LPDP belum punya LoA kok, hehee)
  13. Sertifikat bahasa asing (Kalau saya kemarin memakai sertifikat TOEIC dari kampus saya, Universitas Brawijaya, sebetulnya sertifikat bahasa asing itu untuk syarat wisuda, tapi karena dikeluarkan oleh ETS, jadi bisa digunakan untuk LPDP. Oh iya, untuk lebih jelasnya mengenai sertifikat bahasa asing apa aja yang bisa dipakai untuk melamar beasiswa LPDP ini bisa dilihat di buku panduan beasiswa BPI, bisa di download disini.
  14. Rencana Studi (ini adalah rencana study punya saya, silahkan download Disini)
  15. Surat berbadan sehat dan bebas narkoba, serta bebas TBC (bagi yang mau melanjutkan studi ke luar negeri)
  16. Kartu keluarga
  17. SKCK

Nah, semua berkas tadi cukup di scan dan di upload di akun masing-masing kalau belum buat akun LPDP silahkan klik di sini untuk membuatnya.

Nah, selain berkas-berkas diatas, ada juga 2 esay yang harus dikumpulkan di akun kalian sebelum di submit. Sebagai rasa terimakasih kepada awardee yang sudah membagikan essai mereka, sehingga saya bisa membaca dan mendapat inspirasi, maka saya juga akan mengshare essai saya, silahkan download esay saya KONTRIBUSIKU dan SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU [PASSWORD: lpdpri]. Tapi ingat yah, essai yang baik itu adalah essai yang berasal dari diri kalian sendiri, boleh melihat dan terinspirasi dari orang lain tapi tetep harus berasal dari ide sendiri. Menurut saya, essai saya juga tidak bagus-bagus amat, dan bahkan termasuk katagori kurang bagus hehee :D.

Nah, sekian penjelasan tentang kebutuhan seleksi administrasi untuk beasiswa LPDP. Untuk artikel tentang test Substansi, bisa dilihat di sini.

LPDP: Seleksi Substansi (LGD, Wawancara, On the Spot Essai)

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Diki Riswandi N. Saya alumni dari Universitas Brawijaya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Saya berjanji pada diri saya dan Allah bahwa ketika saya lolos seleksi substansi LPDP, saya akan membuat tulisan ini. Tulisan ini akan berisi tentang sharing perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa yang sedang naik daun ini. Tulisan ini adalah bagian dari tiga dari tulisan saya tentang LPDP.

=============================================================================

Setelah dinyatkan lulus administrasi, siap-siaplah untuk mendapat email jadwal seleksi substansi, kebetulan saya kemarin memilih kota Surabaya untuk testnya. Ada banyak pilihan kota yang bisa dipilih, seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, dan Makassar. Dalam test substansi ini ada tiga test yang harus dilalui; On the spot essai, LGD (Leaderless Group Discussion), dan Wawancara. Untuk seleksi substansi sendiri saya hanya dapat jadwal satu hari (dari tiga hari yang disediakan oleh LPDP tgl. 26 – 28 Agustus 2015), jadwal test saya tanggal 26, pagi jam 08.20 : seleksi essai; 09.20 : LGD; dan 15.20 : seleksi wawancara. Nah, setiap peserta mempunyai jadwal yang berbeda-beda yah, nanti ada jadwalnya sendiri kok, gak usah dipikirkan :D.

Nah, saya juga mau cerita sedikit tentang pengalaman dan perjuangan saya selama tinggal di Surabaya. Saya berangkat ke Surabaya dari Malang tanggal 25 Agustus, atau lebih tepatnya H-1 pelaksanaan test. Sesampainya di Surabaya, saya langsung menuju Gedung Keuangan Negara tempat dimana saya test nantinya. Setelah memastikan tempat nya benar, saya langsung mencari kost harian di sekitar bangunan ini, sayangnya kebanyakan kostan ternyata sudah penuh di booking orang yang sepertinya mau test LPDP juga (nah ini bisa dijadikan pelajaran juga yah buat kalian yang mau test) karena saya memang kurang tau daerah sana dan gak ada teman di daerah Surabaya utara sana. Sekali-kali saya menemukan kostan kosong tapi tarifnya sangat mahal sekitar 150 – 250rb/malam (bagi saya ini sangat mahal sekali :D) dan ada yang murah tapi harus bayar perbulan, waduh sesuatu kan. Akhirnya pencarian saya sementara harus saya akhiri sembari sembahyang dzuhur di salah satu masjid sekitar daerah itu. Tanpa sengaja saya bertanya kepada seorang bapak bernama Abah Hasan (yang ternyata diakhir cerita saya tahu kalau beliau adalah pendiri masjid tersebut) untuk mencari kosta harian, setelah bercakap lumayan panjang akhirnya beliau menyuruh saya untuk menginap di masjid saja (alhamdulilah kebetulan mesjidnya ada kamar buat penjaga masjid yang kalau malam beliu pulang ke rumahnya, dan otomatis kamarnya kosong, Alhamdulilah). Dan akhirya saya tidak harus mencari kos-kos an harian, dan mungkin ini jalan Allah juga agar saya bisa mendekatkan diri lebih dekat denganNya J.

Baiklah, setelah bercerita, saya akan mulai cerita tentang testnya sesuai dengan jadwal saya, hehee

On the spot Essai

Jujur pada saat test, saya belum punya gambaran sama sekali mengenai test ini, karena mencari online pun belum ada peserta yang membuat artikel yang berisi mengenai test ini, mungkin karena ini adalah periode pertama yang menggunakan test on the spot essai. Sebagai gambaran, pada jam 7 pagi kita semua sudah dikumpulkan di sebuah hall di lantai 7 GKN untuk mendapatkan sambutan dan pengarahan mengenai test hari itu. Setelah mendapat pengarahan, 18 orang pertama dipanggil untuk persiapan essai, dan salah satunya saya. Setelah 18 orang berkumpul, kemudian mengisi absen (awas ini penting yah, jangan lupa mengisi absen) dan kita diarahkan keruangan khusus untuk mengerjakan essai. Sebelum masuk ruangan, kami diabsen lagi oleh panitia, dan dipersilahkan masuk setelah absensi selesai. Didalam ruangan, peserta langsung duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan (duduk bebas di kursi mana saja), dan dikursi peserta hanya boleh ada alat tulis saja, sedangkan tas dll. di simpan didepan ruangan. Didalam ruangan sudah ada satu orang panitia yang akan memandu jalannya test ini, dan dua orang pengawas yang selama test memang tidak ada interaksi dengan kami, para peserta.

Untuk testnya sendiri, kami disediakan kertas lembar jawaban dan selembar kertas soal. Ada dua soal yang harus dipilih sebagai tema essai. Saya tidak begitu ingat bagaimana redaksi soal tersebut tapi kedua soal itu kurang lebih seperti ini:

1. Banyak para ibu yang membawa bayinya saat mudik menggunakan kendaraan bermotor. Berikan tanggapan anda.

2. Dihapuskannya ujian nasional akan memberikan kesempatan orang tua untuk bermain mata dengan pihak sekolah. Berikan tanggapan anda.

Kurang lebih redaksinya seperti itu, dan saya memilih topic no 2 karena saya lebih paham mengenai hal-hal yang menyangkut pendidikan. Waktu mengerjakan essai adalah 30 menit. Tidak ada batas minimal atau maksimal kata yang harus ditulis. Setelah waktu 30 menit selesai, kami menginggalkan ruangan dan persiapan untuk LGD.

LGD

Dari 18 orang peserta pada saat test essai tadi, kami dibagi menjadi dua group sesaat setelah keluar dari ruangan, group A dan B. Saya masuk group B, dan kami langsung diarahkan ke ruangan untuk test LGD. Dengan waktu yang cepet antara perpindahan dari essai ke LGD, kami hanya berbincang-bincang sedikit saja, dan belum sempet untuk membuat sebuah rencana untuk LGD nanti, dan kami pun masuk ruangan LGD dengan tanpa ada kongkalilkong terlebih dahulu. Seperti biasa, di depan pintu masuk sudah ada panitia yang mengabsen kami dan setelah selesai diabsen dan memastikan semua peserta ada, kami dipersilahkan masuk ruangan. Di dalam ruangan sudah ada 2 orang ibu pengawas yang seperti dikatakan pihak panitia di pengarahan tadi, dua orang tersebut yang satu Psikolog dan yang satu lagi seorang Praktisi, tapi saya gak begitu yakin yang mana Psikolog dan yang mana praktisi.

Ketika masuk ruangan, sudah ada meja-meja dan kursi-kursi yang ditata secara melingkar, dan tempat duduk kami pun sudah ditentukan sehingga saya langsung duduk di kursi yang untuk saya, dan kebetulan kelompok saya itu ada nama yang tidak hadir dan kursi tersebut tetap dikosongkan.

Setelah semua peserta duduk, salah satu dari Ibu pengawas menghampiri kami, dan memberikan intruksi untuk proses diskusi dengan memberikan satu lembar kertas berisi berita dari Koran TEMPO dan satu lembar kertas kosong untuk coret-coretan. Dalam LGD ini tidak wajib menujuk satu pemimpin atau notulen, itu tergantung kesepakatan diforum aja. Ketika waktu 45 menit sudah dipersiapkan, salah satu teman pun mulai membuka pembicaraan, saya belum berani membuka takutnya saya salah dan saya lebih suka melihat karate-karakter teman sekelompok saja dulu sebelum mulai bicara.

Pertama tama yang saya lakukan adalah membaca instruksi dan berita yang disajikan untuk LGD ini. Setelah membaca topic dari artikel, saya sudah mulai hopeless, ternyata topik yang keluar bukan lah topik dibidang yang saya pahami yaitu bidang pendidikan. Topik LGD pada saat itu adalah tentang “import dan export jagung” dalam perintahnya disebutkan bahwa kami adalah sekumpulan ahli dibidang pangan khususnya jagung diminta untuk mengusulkan kepada presiden apakah efektif atau tidak ketika kita memberhentikan impor jagung melihat sudah terpenuhinya kebutuhan jagung didalam negeri.

Jujur, selama proses LGD saya hanya berbicara yang melintas dipikiran saya saja tanpa memikirkan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan pangan, terutama jagung. Berbeda dengan salah satu temen diskusi saya yang memang berasal dari fakultas pertanian, dia lebih mahir berpendapat mengenai topik ini. Pada saat itu saya memang merasa sangat bodoh sekali dan gak yakin kalau nilai LGD saya bakal bagus. Disisi lain, walaupun saya tidak tahu mengenai ilmu yang pastinya, tapi saya mencoba untuk memberikan tanggapan terhadap pendapat-pendapat teman group. Tak terasa waktu untuk LGD sudah selesai, dan kami pun meninggalkan ruangan untuk istirahat dan persiapan test wawancara.

Wawancara

Untuk wawancara, saya dapat jadwal jam 15.20, dan untuk validasi baru bisa dimulai pukul 13.00. Jadi inget yah, jangan lupa validasi dulu sebelum masuk keruang wawancara, karena kalau belum ada tanda validasi nanti tidak diperkenankan untuk wawancara. Selesai validasi, akhirnya tiba saatnya nama saya di panggil untuk masuk ke ruang tunggu (ruang tunggu ini khusus bagi yang persiapan mau di panggil masuk ruang wawancara). Diruang tunggu ini sudah banyak teman yang dari group wawancara lain (ada group wawancara 1 – 13) dan saya ada di group wawancara no 7. Owh iya, jangan dibayangkan kalau wawancara akan dilakukan diruangan kecil dan hanya peserta dan interviewer aja, interview dilakukan diruangan yang besar dan terdiri dari beberapa kelompok interview, setiap kelompok interview ada 3 orang interviewer yang sudah siap menunggu. Setalah kurang lebih 30 menit menunggu, akhirnya saya masuk ruangan dengan perasaan yang campur aduk gak karuan, tapi saya tetap fokus dan fokus terhadap wawancara dan mengingat-ingat apa saja pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan seperti yang banyak di share oleh awardee sebelunya di blog-blog mereka.

Setelah diperiksa dan menunjukan kartu peserta yang sudah divalidasi kepada panitia di dalam ruangan wawancara, saya pun menuju ke meja wawancara no 7 sesuai dengan kelompok wawancara saya. Pertama yang saya lakukan adalah bersalaman dan meminta izin untuk duduk, setelah saya duduk satu persatu bapak-bapak interviewer pun memperkenalkan diri dan kebetulan semua interviewer saya adalah laki-laki. Memulai pembicaraan, bapak interviewer yg tengah mempersilahkan kepada saya untuk memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Inggris, dan beliau pun berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. “Please introduce yourself and state what’s your strength” begitulah kurang lebih perintahnya, tapi karena saya kurang fokus, saya hanya mendengar “Please introduce yourself” nya saja, dan beliaupun bertanya dengan heran “just that?” lalu saya bilang, “yes, Sr.” setelah itu, baru saya sadar kalau pertanyaannya disuruh state my strength. Karena gak mungkin untuk mengulang lagi, ahirnya saya biarkan kesalahan pertama saya itu. Setelah itu pertanyaan pun berlangsung sebagai berikut:

S: Saya

A: Interviewer disebelah kiri saya

B: Interviewer tepat didepan saya

C: Interviewer disebelah kanan saya

B: “It seems that you have no language score for writing and speaking?” (Secara sertifikat bahasa asing yang saya kumpulkan adalah TOEIC yang hanya ada Listening dan Reading nya saja

S: “Yes, it is, Sr.”

B: “So, how we know that you have capability on them?

S: “I don’t know, but I can prove it now” (dengan pedenya ngomong pake bahasa Inggris, hehe *eits inget yah, tapi gak kepedean, biasa aja keep calm gitu*)

A: “Why do you choose to study abroad?”

S: “Well, I choose it since I realize that as the English teacher wanna be and my majoring is English I then need to improve my English significantly whether inside or outside the class, furthermore studying in English speaking country like Australia is the best choice I made”

A: “Well, saudara Diki, I have a question. (bapaknya sembari melihat buku panduan yang sepertinya terdapat beberapa pertanyaan). Saya pake bahasa Indonesia saja yah, Kalau misalkan nanti ada sedang belajar di Australia dan anda menemukan masalah, apa yang akan anda lakukan?

S: “Baik, Pak. Tergantung dari apa yang menjadi masalahnya, Pak. Kalau masalahnya hanya sebatas masalah kecil saya akan mencoba untuk menghubugi pihak Persatuan Pelajar Indonesia di Australia atau PPIA, tapi kalau memang masalahnya sudah menyangkut birokrasi atau Negara, maka saya akan langsung menghubungi KBRI yang ada di sana”

C: “Lulusan mana?”

S: “Saya lulusan dari Universitas Brawijaya, Pak”

B: “Jurusan apa?”

S: “Pendidikan Bahasa Inggris, Pak”

C: “Loh, UB ada jurusan pendidikan, kok agak aneh yah?”

S: “Ya, ada, pak. Saya juga pernah berpikir seperti itu pak”

B: “Ijazahnya sudah ada? Kok anda daftar hanya pake SKL?” (kebetulan waktu saya submit data ke LPDP via online ijazah saya memang belum keluar, makanya saya menggunakan SKL)

S: “Sudah ada, Pak”

C: “Mana, saya lihat!”

S: “Ini, Pak” (sembari deredeg mengeluarkan Ijazah yang masih di map Ijazah dan memberikannya kepada bapak C”

B: “Anda tau akreditas prodi anda apa?”

S: “Tau pak, tapi saya kurang yakin karena memang tidak ada pengumuman atau pernyataan resmi dari kampus yang saya terima mengenai akreditasi prodi saya. Tapi saya pernah mendengar kalau prodi saya sudah terakreditasi BAN PT, dengan nilai C”

C: “Nah, prodi anda itu aja C, gimana anda mau melanjutkan study?

S: “But, I know my capacity, Sr,”

C: “Iya, tapi anda dengan prodi anda C susah untuk study di luar negeri, mereka minimal menerima mahasiswa yang berasal dari prodi yang minimal sama akreditasinya, sedangkan prodi anda aja C”

S: “Saya tau itu, pak”

C: “Anda sudah dapat LoA?”

S: “Belum, Pak?” (waktu itu memang saya masih belum dapat LoA, jadi saya tambah down dan gak karuan bingung harus jawab apalagi dan bagaimana”

C: “Itu dia masalahnya, kalau anda mau ya anda kuliah di dalam negeri saja gak usah ke luar”

B: “Score bahasa Anda ini kalau di convert ke IELTS scorenya hanya 6, sedangkan minimal Australi itu 6.5, belum anda harus menambah writing dan speakingnya”

S: “I know that problem, Sr., but again my purpose studying abroad is like what I said before (lihat di atas, ada percakapan alasan) and for my score, I believe that I am a hard worker so I absolutely will make it. I am gonna try to fit with the requirement. (sembari meyakinkan bapaknya, walau saya berasal dari prodi yg terakreditasi C, tapi kampus saya terakreditasi A, dan prodi saya punsedang dalam proses akreditasi. Prodi saya adalah salah satu prodi baru di UB, jadi memang akreditasinya masih belum A)

C: “Saya rasa, anda belajar di dalam negeri pun susah untuk diterima kalau prodi anda C”

S: “I don’t think so, Sr., Saya rasa saya bisa membuktikan kalau saya bisa diterima diperguruan tinggi terbaik”

B: “Sudah ada komunikasi dengan pihak kampus yang dituju”

S: “Of course, Sr,. saya sudah mencoba untuk mendaftar ke Universitas di Australia melalui agen pendidikan, dan sekarang sedang proses menunggu LoA”

B: “Okay, saya rasa itu saja, bagaimana pak ada pertanyaan lagi? (sembari melihat ke interviewer A dan C)”

A,C: Sudah, Pak. (saya merasa tercengang, loh kok sudah yah, perasaan wawancaranya baru saja dimulai, saya sudah berpikir yang sangat aneh-aneh dan saya sudah berpesimis, wah ini sudah pertanda XXX”.

B: “Ya sudah kalau begitu, terimakasih Mas, beneran yah kalau nanti keterima harus bisa mengejar IELTS nya”

S: “yes, of course, Sr., Thank you, Sr. Assalamualaikum”

Selesai wawancara, saya keluar ruangan, dan saya tetap tersenyum sembari bersalaman dengan teman-teman lain yang sedang menunggu. Saya masuk ruang wawancara jam 15.25 dan 15.40 saya sudah keluar dari ruangan. Tapi setelah itu kesedihan saya tidak terbendung, dan saya langsung curhat ke kakak tingkat saya di UB yang kebetulan Mbak-mbaknya juga lagi ikut seleksi. Setelah puas dengan curhat, saya langsung menuju masjid shalat asar dan langsung cabut ke Malang lagi. Dan you know, perjalanan menuju Malang waktu itu macet total karena ada peristiwa kebakaran di jalan Lawang dan alhasil, sayapun sampai kosan temen di Malang jam 8 malam. *Loh, maaf jadi curhat dikit* 😀

Note:

Wawancara saya memang berlangsung sangat singkat, sepertinya hanya sekitar 10 menit saja untuk Tanya jawabnya. Dan pertanyaannya pun tidak neko-neko. Semua yang saya tulis diatas adalah kurang lebih percakapan yang saya alami ketika didalam ruangan, tidak persis sih, tapi itu mewakili semua pertanyaannya, dan sampai sekarang pertanyaan-pertanyaan itu masih terngiang-ngiang dipikiran saya. J Sesampai pulang dikosan, dan beberapa hari setelah test, saya merasa pesimis kalau saya tidak akan bisa lolos, hingga suatu hari ketika saya sedang mengajar, dan ada email masuk dari lpdp, ketika saya buka mata saya langsung tertuju ke tulisan LULUS yang sengaja di tulis terpisah diantara prakata-prakatanya. Seketika saya langsung sock, dan berulang kali say abaca email itu hingga saya yakin bahwa isi email itu menyatakan bahwa “Selamat anda lolos seleksi substansi besiaswa LPDP”. Rasa tak percaya saya masih besar, dan saya buka akun saya di LPDP dan di statusnya sudah di tulis “Lolos Seleksi Wawancara” serta ada tulisan besar di atas foto saya “Selamat Anda Lolos Seleksi Wawancara”. J Ini adalah salah satu kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi saya dan mungkin sebentar lagi kebahagiaan kalian, Aamiin.

Demikian tulisan sharing test substansinya, ingat yah, setiap peserta akan menemuai situasi wawancara yang sangat berbeda-beda, tapi polanya hampir sama, kalau anda perhatikan percakapan diatas, ada satu interviewer yang sangat sinis (seolah memerankan peran antagonis) dan dua orang lainnya sngat baik dan ramah.

GoodLuck